Awasome Aplikasi Crispr Berhasil Ideas
Posted
Di Antara Teknik Pengeditan Genom, Teknik Crispr/Cas9 Merupakan Sistem Modifikasi Genom Terarah Yang Paling Banyak Dikembangkan Dikarenakan Sistem Ini Lebih Efisien, Tidak Mahal,
Cereviseae (luo, et.al, 2018) diagram pada gambar 6 menunjukkan bagaimana luo dan timnya berhasil menyatukan kromosom dari wt strain (n = 16) menjadi n = 12,n = 8, n = 4. Gunting molekular ini akan menuju dna yang menjadi target modifikasi yang berperan sebagai titik koordinat bagi si gunting tersebut sehingga si gunting dapat memotong. Hanya 28 sambungan yang berhasil, dan hanya satu fraksi dari itu yang berisi materi genetik pengganti.
Untuk Saat Ini, Sistem Ini Telah Berhasil Digunakan Untuk Menghasilkan Alel Mutan Dalam Berbagai Organisme, Seperti Tikus, Babi, Kambing, Kelinci, Anjing, Monyet, Dan Embrio Manusia.
Crispr singkatan dari clustered regularly interspaced short palindromic repeats (dilafalkan crisper) adalah sebuah metode gene editing yang telah banyak digunakan untuk memodifikasi gen pada beberapa sistem model, termasuk zigot hewan dan sel manusia. Crispr sangat menjanjikan bagi masa depan riset dasar sampai dengan aplikasi klinis. Namun, terlepas dari klaim ini, kita tidak tahu apakah crispr berhasil digunakan untuk menangani apapun.
Peneliti Tersebut Menemukan Bahwa Bakteri Bertahan Diri Dengan Menyebar Protein Khusus Yang Mampu Memotong Dna Dan Memotong Sel Yang.
Selain itu, para peneliti juga menemukan beberapa mutasi yang tidak diinginkan. Teknologi crispr diadaptasi dari mekanisme pertahanan alami atau system imun bakteri dan archaea (domain mikroorganisme bersel. Menggunakan crispr/cas9 merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan virus.
Pada Tahun 2014 Hingga 2015, Para Peneliti Berhasil Menggunakan Sistem Ini Untuk Menghapus Gen Penyebab Distrofi Otot Pada Mencit, Menyembuhkan Penyakit Langka Pada Liver, Dan Menciptakan Sel.
Peran dan aplikasi genetika pengembangan materi genetik saat ini sudah jauh melebihi ekspektasi manusia. Di sisi lain, pengembangannya yang prematur berisiko menyebabkan proses penyuntingan genom meleset atau bahkan menimbulkan kerentanan. Penggunaan teknologi ini belum 100 persen berhasil, tetapi telah meningkatkan embrio yang diperbaiki dari 50 persen, yang terjadi secara alami, menjadi 74 persen.
Tujuan Penelitian Ini Ialah Memperoleh Galur M 2 Cabai Hasil Aplikasi Sistem Crispr/Cas9 Pada Gen Proliferating Cell Nuclear Antigen (Pcna) Yang Tahan Terhadap Pepylcv.
Sistem crispr untuk tujuan ini bisa digunakan untuk deteksi virus dan bakteri patogen, Jalur dan strategi fusi kromosom s. Singkatnya, crispr mendaftar urutan dna untuk ditargetkan, dan kemudian cas9 melakukan pemotongan.